Sigma 18-250mm f/3.5-6.3 DC MACRO OS, Lensa Ringkas buat Pejalan.


Si keceh yang pas buat Pejalan. Dijamin gak ribet gonta ganti lensa sob
Sebagai seorang pejalan tentu saya butuh segala sesuatu yang kompak atau praktis. Mulai dari tas, sepatu, pakaian dan segala sesuatu yang ringkas. Tak terkecuali gadget sebagai media rekam ketika kita sedang berada di suatu tempat.

Hal ini juga saya rasakan ketika berpetualang ke berbagai pelosok negeri ini. Selain keringkasan sudah barang tentu saya juga menekan kan pada fungsi dari setiap barang yang saya bawa. Jangan sampai justru barang itu malah akan merepotkan kita selama perjalanan.

Sebagai Pejalan yang senang merekam keindahan negeri ini kedalam sebuah foto tentu hal paling mendasar yang harus saya bawa adalah kamera. Dengan kamera saya bisa mengabadikan moment dan pengalaman saya selama perjalanan. Selain itu dengan sebuah foto saya juga mengabarkan kepada sahabat, keluarga tentang segala hal yang saya alami selama melakukan perjalanan, selain itu juga dapat sebagai sarana memperkenalkan keindahan negeri ini kepada seluruh dunia dengan tujuan agar masyarakat setempat terangkat kehidupannya dengan sumberdaya pariwisata yang di miliki daerahnya.

Keberadaan media rekam seperti kamera adalah prioritas utama saya sebelum melakukan perjalanan. Rasanya ada yang kurang ketika kamera tidak terbawa dalam list barang bawaan ketika berpergian. Biasanya saya membawa dua jenis kamera, satu kamera kompak (pocket) dan satu kamera DSLR. Kenapa saya selalu membawa kamera kompak jawabannya karena kamera ini praktis. Bisa gampang di gunakan untuk menangkap momen, dan bisa saya tempatkan di tempat yang mudah saya akses, seperti menempel di pinggang.

Buat Ngelanscape juara deh nih lensa
Satu lagi yang selalu ada di list bawaan saya adalah sebuah dslr. Bukan dslr mahal sih, agak riskan juga membawa kamera mahal untuk melakukan perjalanan yang saya sendiri tidak tau apa yang akan terjadi selama perjalanan nanti.  Selain kamera dslr hal lain yang patut kita perhitungkan adalah keberadaan lensa. Sebuah DSLR tidak akan bisa merekam gambar tanpa bantuan sebuah lensa. Nah terkadang kita bingung sendiri mau bawa lensa yang mana katika hendak melakukan perjalanan. Polemik seperti ini selalu saya alami ketika sedang melakukan persiapan perjalanan. Saya tidak tau seperti apa daerah yang akan saya kunjungi nanti. Jika kita membawa lensa terlalu banyak juga akan sangat merepotkan kita sendiri. Belum lagi gonta-ganti lensa di alam bebas sangat riskan sekali dengan sensor kotor kemasukan partikel debu.

Setelah membaca beberapa literatur dan mencoba berpergian dengan lensa kit saya ternyata merasa nyaman. Tidak ribet dengan barang bawaan dan malah kita tertantang dengan lensa yang ada bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Namun terkadang merasa agak kurang jauh juga jangkauan lensa kit yang biasanya di sertakan dalam pembelian kamera. (18-55mm).  Namun belakangan ini banyak sekali lensa dengan rentang yang cukup asik untuk dibawa jalan-jalan. Seperti salah satunya yang selalu ada di tas kamera saya akhir-akhir ini adalah Sigma 18-250mm f/3.5-6.3 DC MACRO OS.

Lensa ini di kalangan para fotografer travel dikenal dengan lensa sapu jagad, artinya satu lensa untuk segala, mulai dari wide angle, standart, telephoto bisa kita jangkau dengan rentang focal length yang di milikinya. Pada posisi 18mm kita bisa mengcapture gambar dengan lebih luas, sementara pada posisi 55mm kita bisa merekam seperti yang mata kita lihat (stadart) sementara untuk pembesaran bisa kita rekam di posisi 250mm.

Untuk Motret Festival yang butuh zoom panjang juga keceh dan TAJAM. tuh perhatiin aja :)
keberadaan fitur makro dari lensa ini juga sangat membantu kita untuk digunakan selama perjalanan. Banyak sekali objek-objek kecil menarik yang sering saya jumpai ketika sedang melakukan perjalanan. Embun-embun pagi yang tersisa ketika pagi tiba juga bisa menjadi objek makro yang menarik yang bisa di ceritakan dengan foto kepada para sahabat, dan keberadaan lensa yang lengkap dengan fitur tele nya ini pasti akan sangat membantu kita ketika sedang memotret alam bebas dan satwa liar yang akan sanat sulit bahkan tidak mamungkinkan kita mendekati objek.

Merekam keseharian masyarakat tempat yang menjadi tujuan perjalanan kita juga membutuhkan sebuah alat rekam yang mumpuni. Dengan bentuknya yang tidak terlalu besar lensa Sigma 18-250mm f/3.5-6.3 DC MACRO OS sangat cocok untuk pemotretan situasi seperti ini. Karena jika kita memotret dengan kamera gede serta dengan lensa besar tentu kana menjadi pusat perhatian dan mengganggu kegiatan yang sedang berlangsung di salam masyarakat tersebut. Jadi untuk candid dan portrait foto lensa ini juga bisa diandalkan.

Untuk sebuah lensa superzoom, Sigma 18-250mm f/3.5-6.3 DC MACRO OS ini mempunyai jangkauan yang sangat besar. Terbukti sangat meyakinkan ketika saya pakai untuk memotret. Tampilan ketajaman, kekontrasan dan penerjemahan warna yang dihasilkan begitu sempurna, sementara di sisi lain distorsi juga dapat dikendalikan dengan baik. Selain itu kemampuannya mencegah timbulnya ghosting dan flare juga mengesankan.

Oh ya keberadaan fitur OS (image stabilizer) pada lensa Sigma 18-250mm f/3.5-6.3 DC MACRO OS juga sangat membantu mengurangi shake (goncangan) yang terjadi saat melakukan pemotretan. Tentu saya juga selalu menggunakan Tripod untuk posisi zoom penuh di 250mm, untuk menghasilkan gambar yang maksimal.

Dengan tampilan barunya, bodi dari lensa ini terlihat kompak dan kokoh, tahan di segala medan dan cuaca. Cara membersihkan bodi dari debu-debu yang menempel juga mudah di lakukan sendiri.  Mengingat harganya yang terjangkau lensa ini menguntungkan di miliki oleh para pejalan yang menginginkan keringkasan, Fitur lensa yang menawan  tapi tetap dengan harga yang terjangkau.

So, Let’s Explore Indonesia.  get Lost, shoot and share.

Labels: ,