Lampung keindahannya tak putus di Tanjung putus


Jernihnya perairan pulau Kelagian

Ayam Jantan masih terdengar berkokok ketika saya terbangun dari tidur. Mungkin karena lelah yang mendera hingga saya agak kesiangan bangu. Padahal rencana semula hendak menikmati sunrise di pantai Klara. Tapi apa daya.

Celotehan seorang bocah kecil mengusik indera pendengaran saya. Ternyata berasal dari om Doddy Junior. Bocah imut itu terlihat asik memberi makan ayam di depan pintu rumah. Menyebut kata ayam saja belum jelas, tapi tingkah polahnya bisa membuat saya tergelak melihatnya.

Setelah menghabiskan menu sarapan yang terhidang di meja, saya segera berpamitan untuk melanjutkan perjalanan.


Dengan sekali starter saja,  motor matic kesayangan saya ini sudah hidup. Dari raungan mesinnya seolah bergembira dan sudah siap diajak berpetualang lagi. Yesss mari melanjutkan perjalanan kawan.

Ketapang Pagi hari

Tujuan saya kali ini adalah Ketapang. Sebuah desa yang biasa di jadikan tenpat transit untuk menuju pulau-pulau kecil di sekitar situ. Seperti  pulau Pahawang, pulau Kelagian, dan yang paling jauh adalah pulau Tanjung Putus.

Tidak sampai satu jam perjalanan saya sudah berada di sebuah warung di Ketapang. Menikmati secangkir kopi sambil berbincang dengan beberapa warga lokal selalu membuat saya bergairah. Dan salah satu dari warga tersebut ternyata adalah komandan Pos Angkatan Laut Ketapang. Kami berbincang panjang lebar tentang segala hal. Mulai dari keindahan  pulau-pulau di sekitar Ketapang yang menjadi daerah pengawasan Angkatan laut, hingga tentang penangkapan imigran gelap yang terdampar di perairan Indonesia.

"Sudah di Ketapang lang" sms dari Dwie salah seorang sahabat saya dari komunitas Petualang 24 berhasil membuat saya melirik telepon genggam. "Yes sudah di warung dekat pelabuahn" jawab saya sambil tetap berbincang dengan tamu warung yang lain. Trip kali ini saya akan bergabung dengan para Petualang 24 yang di komandani oleh Dwie sahabat saya. Alasan utama masih seputar biaya, masih terlalu mahal buat saya untuk menyewa perahu sendiri untuk berkeliling ke pulau-pulau kecilnya. Nah kebetulan mereka mau kesana bergabunglah saya hari itu bersama para sahabat baru yang baru pertama kali saya jumpai.

Tidak selang berapa lama, satu demi satu para petualang sahabat baru saya mulai menampak kan wajahnya. Sayapun bergegas membayar kopi yang tadi sudah saya minum dan berpamitan kepada pemilik warung dan para warga yang tadi menjadi teman berbincang saya. Motor matic kesayangan saya titipkan sementara di warung kopi tersebut, dan si ibu pemilik warung tidak keberatan akan hal itu.

Perahu kami di dermaga Ketapang

Perahu Nelayan yang kami sewa tidaklah besar, tapi cukup lah menampung kami yang ber 15 orang. Setelah semua barang bawaan dan penumpang naik ke atas perahu, perjalanan laut pun dimulai. Tujuan pertama kali ini adalah pulau Kelagian. Karena menurut keterangan Lina salah satu teman yang baru saya jumpai dalam trip ini kami akan bermalam mendirikan tenda di pulau itu.

Dari Kejauhan pesona pulau kelagian sudah terpancar. Gradasi air laut dari hijau muda ke biru gelap terlihat begitu mempesona. Dan begitu perahu merapat kepantainya makin jelaslah bahwa pulau Kelagian ini memang luar biasa. Pantai pasir putihnya membentang dengan di tingkahi riak ombak kecil.

Pulau Kelagian Lampung

Perahu hanya singgah sebentar di pulau ini. Saya dan teman-teman segera melanjutkan perjalanan menuju pulau Tanjung Putus. Pulau ini terdiri dari dua pulau, namun di pisah oleh sebuah tanjung yang seolah terputus karena mungkin hanya beberapa puluh meter saja. Dua pulau yang indah menurut saya. Diantara tanjung yang terputus ini banyak sekali keramba nelayan. Sedangkan di Tanjung putus besar,  menawarkan pesona pantai dan underwater yang luar biasa. Tidak heran jika ada sebuah dive center di pulau kecil ini. Yang manariknya lagi di depan dive center ini ada sebuah bekas perahu nelayan yang tenggelam yang konon katanya di sekitar perahu nelayan itu banyak sekali ikan warna-warni yang lucu, namun sayangnya kami tidak menceburkan diri di lokasi itu.

Pulang Tanjung Putus

Pesona sebelah barat pulau Tanjung putus besar ini menjadi incaran kami. Karang-karangnya terlihat jelas dari atas perahu. Begitu terlihat mempesona karena menyatu dengan pesona langit biru dan awan yang berarak. Semua terlihat begitu antusias untuk menceburkan diri ke dalam jernihnya air laut itu.

Saya juga tidak mau ketinggalan. Walau panas memang menyengat sekali siang itu, namun itu tidak menjadi halangan. Semua terbayar begitu melihat bentuk karang yang unik-unik, bahkan ada yang menyerupai jari-jari tangan yang memberontak seolah hendak meminta pertolongan.


Pesona Tanjung Putus

Setelah puas menikmai pesona keindahan pulau Tanjung Putus perjalana perahu pun berlanjut ke pulau Pahawang. Sebenarnya kami ingin sekali berlabuh bermain di pantai Tanjung putus di seputaran Dive center, tapi menurut bapak pemilik kapal kami tidak di ijinkan untuk melakukan hal tersebut, ya sudah lah perjalanan pun kami lanjutkan kembali.

Hal serupa juga kami alami ketika hendak merapat ke sebuah dermaga di depan sebuah cottage yang katanya di miliki olwh warga asing. Seorang petugas keamanan melarang perahu kami bersandar. Namun ternyata ada pengobat dari semua itu. Tidak jauh dari dermaga, kami melihat hamparan pasir putih yang terlihat bagus. Maka disanalan perahu kami berlabuh. Meski perahu tidak bisa merapat ke pantai karena dangkal namun saya sudah cukup puas dengan pemandangan yang tersaji. Semua terlihat bergembira, dan foto-foto narcis sudah kami produksi saat itu dengan berbagai gaya dan ekspresi.

Keindahan Pahawang
Sebenarnya hamparan pasir itu adalah seperti tanjung yang tersambung antara pulau Pahawang besar dan kecil. Seperti pulau Dodola di Morotai. Jika sedang surut kita bisa berjalan bebas disana, namun jika sedang pasang makan hamparan pasir itu akan terendam air laut. Sungguh pesona alam yang luar biasa.

Hari sudah semakin sore. Saatnya kembali ke pulau Kelagian untuk mempersiapkan tenda dan segala-sesuatunya untuk bermalam. Namun ternyata di belakang pulau Kelagian besar itu ada pulau Kelagian kecil, yang menurut sahabat-sahabat saya dilampung underwaternya di penuhi oleh hamparan karang yang rapat. Namun sayangnya saya tuurn di spot yang salah, yang seharusnya di sisi kanan pulau, saya turun di sisi kiri pulau. Dan serunya lagi, sudah tidak menjumpai hamparan karang tersebut saya menemukan beberapa ular laut asik berenang di samping saya. DAMN

***


Sunset di Kelagian

Matahari sudah mulai condong ke ufuk barat. Saya menikmati momen yang indah itu dari atas atap kapal. Sembari berlayar mata saya tidak pernah lepas dari keindahan maha sempura itu. Sesekali lensa saya membidik kan keindahan tersebut. Pantai pulau Kelagian yang tadi siang kami datangi juga sudah terlihat didepan mata. Itu artinya kami harus segera mendirikan tenda supaya tidak kemalaman.

Pesona after sunset masih begitu mempesona, namun tidak tau kenapa rasanya malas sekali mengeluarkan kamera dari dalam sangkarnya. Saya hanya menikmatinya dari atas hamock yang sudah saya bentangkan. Malam mulai hadir, masing-masing dari kami sudah mulai sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Untungnya ada kamar mandi air tawar di pulau ini. Meskipun tidak ada penduduk yang tinggal, namun karena pulau indah ini jadi salah satu tujuan wisata di propinsi Lampung dan menjangkaunya tidak terlalu susah, cukup berperahu tidak lebih dari 30 menit saja maka keberadaan warung-warung kecil dan kamar mandi disana sangat membantu para pengunjung.

Hamock tempat tidur saya
Badan saya rasanya mulai terasa penat. Setelah makan malam saya mulai merebahkan diri di hamock sambil di buai oleh angin laut yang berhempus sepoi-sepoi. Sesekali debuaran ombak seolah meninabobok kan saya, dan ternyata berhasil, tidak lebih dari jam 19:30 saya sudah sukses terlelap hingga pagi hari.

***

Survivor

Merapat ke Kelagian

Pulau Kelagian

Menuju Tanjung Putus

Narcis Berjama'ah

Karamba di Tanjung Putus

Tanjung Putus

Tanjung Putus di depan Mata

Spot Kece yang kami lewatkan

Bening, Kelihatan semua kan

Perjuangan Fotografer

Ceriaaaa

Akses Pahawang besar dan kecil

LONCATTTTT

Seru kannnn

Tenggelam

Mirip jari-jari kan Karang Tanjung Putus ini

Ikan-ikannya banyak

Coral

Fun Freedive bareng ular laut :)


 


Labels: ,