Free diving itu ternyata seru

Taraaaaa Let's FreeDive Sob..
Hal yang semula hanya jadi angan-angan saja akhirnya bisa saya coba hari ini. Berkat undangan dari seorang sahabat yang menjadi pentolan editor di salah satu majalah lifestyle pria di tanah air, akhirnya saya membulatkan tekat untuk ikut bergabung, kebetulan saya  juga sedang, libur jadi tidak ada salah nya mencoba.


Menurut keterangan sahabat saya itu lokasi latihan FreeDive biasanya di laksanakan setiap hari sabtu di kolam renang Tirta Loka komplek olah raga Senayan. Bagi saya yang tinggal di pinggiran seperti Karawaci tentu bukan hal mudah untuk mencapai kesana (lebay ha ha). Yang jadi masalah adalah saya belum pernah masuk ke area kolam renang tersebut.

"Sem aku di pintu satu senayan neh, kolam renang ke arah mana ya?" sebuah pesan bbm saya kirimkan ke Sem yang sedang asik mencari perlengkapan selam di salah satu toko selam  yang berada di daerah Grogol.

"Aduh gmana ya? Coba tanya "kolam Senayan" aja, Sorry gatau pintu satu!" Balasan dari Sem yang mungkin sedang asik mencoba satu persatu mask di toko Selam nan jauh disana.

Celingak celinguk kenapa sepi ya suasana di depan pintu tersebut. Akhirnya saya memberanikan diri bertanya kepada mas-mas yang sedang Narcis Photo Session di depan gerbang Pintu Satu.

"Jalan luurus, belok kanan terus kiri mas" jawan sang fotografer yang mungkin terganggu dengan kehadiran saya. "maaf mas saya juga model lho" Benak saya berkata ha ha. Model majalah yang belum terbit.

Mengikuti direction yang di kasih si mas Fotografer akhirnya sampai juga saya di depan lobby kolam renang TirtaLoka Senayan. Setelah membayar tiket masuk sebesar Lima belas ribu rupiah masuk lah saya ke dalam arena kolam renang yang menjadi andalan bagi bangsa dan negara ini.

Tapi kok rasanya tidak seperti yang saya bayangkan selama ini, sebuah kolam renang yang sedikit tidak terawat kebersihannya. Kran-kran yang ada di ruang bilas juga tidak semuanya berfungsi. Eh STOP ngomongin kondisi kolam renang nya ya ha ha.

Narcis mah Wajib hukumnya ha ha
 Ricka salah satu sahabat saya juga yang sudah terlebih dahulu bergabung dengan komunitas cihuy ini melambaikan tangannya. Saya segera bergabung dan ternyata Budi juga sedang terlihat mempersiapkan sesuatu untuk sesi pertama selama hidupnya belajar FreeDive ini, sementara Rudi juga sudah confirm melalui sms nya untuk segera menyusul Gabung bersama kami untuk belajar bersama.

Ricka memperkenalkan saya pada mas Arif. Mas arif menjelaskan apa itu freedive dan segala sesuatunya. Penjelasan berlanjut tentang tehnik pernafasan, resiko-resiko yang timbul dan bagaimana me-manage seminimal mungkin resiko itu agar jangan sampai terjadi. Setelah semuanya mengerti segala hal yang di jelaskan mas Arif, akhirnya tibalah saatnya saya mencoba untuk tahap pertama dari FreeDive.

Static Apnea, ini adalah salah satu yang terpenting dari FreeDive. Dalam proses ini saya akan di coba untuk berapa lama bisa menahan nafas di air. Pertama berat Sob, mungkin karena selama ini saya jarang sekali berolah raga. hampir setahun lebih saya meninggalkan kolam renang. Akhirnya saya hanya bisa bertahan di satu menit sekian gitu.

Proses static Apnea ini kita harus dalam pengawasan oleh seseorang yang sudah berwenang dan sudah menguasai tentang tehnik penyelamatan dalam freeDive. Jadi jangan sembarangan ya Sob untuk mencoba tehnik ini di koma renang. Bisa-bisa pengen Fun malah jadi musibah deh he he, Tapi jangan khawatir asal di lakukan dengan tehnik yang benar olahraga jenis ini asik kok, saya yang baru mencoba aja langsung ketagihan. Selain asik untuk menikmati keindahan alam bawah laut indonesia tentu yang pasti adalah olah raga ini murah meriah, tidak semahal menyelam menggunakan tabung dan segala asesorisnya.

Setelah proses Static apnea selesai mas Arif mengajarkan kepada kami tehnik Duck Dive (bener gak ya nulisnya..). Pokok intinya adalah tehnik kita masuk kedalam air. Tehnik ini juga penting karena freedive sebisa mungkin minim pergerakan tubuh. Menurut keterangan mas Arif, jika kita terlalu banyak bergerak tentu otak kita akan menstimulasi untuk segera bernafas.

DuckDive
Setelah beliau memberi contoh akhirnya saya di suruh untuk mencoba dan akan di nilai. Pertama mencoba saya belum berhasil karena masih salah gaya dan tehniknya. Setelah beliau memberi contoh untuk kedua kalinya, rasa penasaran saya  untuk mencoba kembali hadir. Dengan semangat empat lima saya kembali mencoba Duckdive ini. Ternyata jika di lakukan dengan tehnik yang benar sesi ini asik juga, dan yang lebih menyenangkan lagi ketika kepala saya muncul dan saya melihat ke arah beliau ternyata acungan jempol yang saya lihat pertama. Puas sekali sob ha ha.

Akhirnya saya berkali-kali mencoba tehnik ini sendiri. Ternyata di dasar kolam yang mempunya kedalaman 5 meter itu juga sedang ramai para scuba diver tengah belajar juga tehnik menyelam menggunakan tabung. Saya juga sebenarnya ingin sekali segera mendapatkan sertifikat menyelam menggunakan tabung, tapi karena satu dan lain hal saya harus bisa menahan diri hingga saat itu tiba ha ha.

"yok ngumpul dulu foto narcis-narcis an" ajakan mas Arif yang sontak membuat saya bergairah ha ha.

Ternyata tidak hanya saya yang antusias untuk berfoto bersama. Semuanya terlihat larut dalam kegembiraan. Keakraban yang terjalin juga membuat saya nyaman meski hanya beberapa yang saya kenal dari komunitas ini.

Sukses Terus FreeDive. Terima kasih sudah di ijinkan gabung dan belajar bersama.

Sebuah Video dari youtu ini juga semakin membakar niat saya untuk belajar FreeDive


***







Labels: