Jakarta Highland Gathering 2012

Bagpipes Game

"A Scottish Tradition for the International Community"

Bagitulah tagline yang saya baca di sebuah brosur yang saya dapatkan dari seorang kawan. Perhelatan akbar ini rencananya akan di gelar di sebuah padang golf di area lippo Karawaci, tepatnya di Imperial  Golf Lippo Karawaci, Tangerang, Banten.


"Mas nanti kalau jadi datang ke JHG kabarin ya" Adri tetangga kamar kos saya berpesan ketika saya sedang asik beres-beres kamar. Hari minggu ini adalah hari yang istimewa, karena tidak jauh dari tempat saya tinggal akan di helat sebuah acara besar yang bertajuk Jakarta Highland Gathering. Gathering yang ke-33 ini akan melombakan berbagai macam lomba khas Skotlandia, dan akan diikuti sekitar 3000 warga asing yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

Memasuki Arena JHG 2012

Memasuki arena Gathering suasana sudah ramai sekali. Dengan membayar 50 ribu rupiah saya sudah bisa menikmati acara rutin tahunan ini. Sebuah stempel di cap kan di punggung telapak tangan saya, hal ini untuk pertanda bahwa saya sudah membayar tiket masuk keacara, dan jika nantinya saya keluar dari lokasi untuk suatu hal tertentu saya akan bisa kembali lagi kesana tanpa harus membayar tiket masuk lagi.

Salah satu tradisi yang di pertontonkan

Banyak sekali tradisi-tradisi kuno Scotlandia yang di lombakan diantaranya adalah Bagpipes, Tug O War, Volly Ball, Futsal, Caber Toss, Stone Put, Scottish Hammer Throw dan masih banyak lagi yang lainnya.

Beberapa permainan anak semacam Waterball, Trampoline juga seolah ikut menyemarakan kemeriahan gathering yang di gelar kali ini. Fasilitas yang tersedia juga terlihat begitu lengkap, mulai dari hal kecil seperti toilet umum juga mereka sediakan, hal ini penting karena acara ini di gelar di sebuah lapangan dengan hamparan rumput hijau yang indah.

TRampoline

Memasuki pintu Utama kita akan disambut oleh deretan tenda-tenda putih, di sebelah kiri kita akan menemukan deretan tenda dengan tema Charity. Ada juga deretan tenda-tenda yang diberi nama blok pasar scotlandia, ada juga jejeran tenda-tenda di are food festival.  Melewati deretan tenda-tenda tersebut kita akan menemukan sebuah pintu masuk ke lapangan tempat berbagai lomba di gelar. Pintu gerbang ini di desain seperti sebuah Castile lengkap dengan bendera-bendera negara mereka diatasnya.

Panas begitu menyengat ketika saya memasuki area lapangan ini. Tenda-tenda bar juga terlihat sedang sibuk melayani pelanggan nya. Minuman dingin tentu menjadi laris manis di tengah terik cuaca yang sangat menyengat seperti ini. Hal pertama yang menarik perhatian saya adalah lomba Bagpipes yang sedang berlangsung tenda lippo group. Seorang peserta sedang asik meniup dan memainkan alat musik tradisional ini lengkap dengan seragam tradisional mereka yang sekilas seperti sebuah rok dengan motif kotak-kotak.

Zapin juga menyemarakan acara ini

Sementara di Dance stage sedang berlangsung pertunjukan tari-tarian tradisional Indonesia, seperti tari Merak bali, tari Toraja, tari Bajidor Kahot yang berasal dari daratan Sunda, ada juga tari Zapin yang berasal dari wilayah Melayu. Hingar bingar yang terjadi di tengah terik matahari seperti ini luar biasa sekali. Kesenian-kesenian negeri ini tampil dalam sebuah acara yang di gelar oleh para warga negara asing yang berada di Indonesia. Sejatinya ini adalah sebuah media yang bagus untuk memperkenalkan kepada mereka tentang indahnya budaya negeri ini.

Terik matahari makin menyengat, beberapa sahabat saya yang datang dari Jakarta juga sudah terlihat letih dan kelaparan. Sebagai tuan rumah yang baik saya mencoba menawarkan beberapa pilihan kepada mereka untuk makan siang. Setelah semua berkumpul, berangkatlah kami ke sebuah pusat jajan di Tamansari. Kenapa saya pilih lokasi ini, karena dekat dengan lokasi tempat acara berlangsung.

Setelah makan siang dan matahari juga sudah mulai condong ke barat kami kembali ke lapangan lagi. Acara demi acara berlangsung dengan meriah. Hingga saat yang di tunggu-tunggu pun tiba. Kami semua di undang untuk bergabung kedalam lapangan. Acara puncak akan segera di gelar. Dimulai dari Barisan band bagpipes dan drum yang melantunkan semua komposisi musik yang cihuy sekali, beberapa petugas terlihat merapikan barisan supaya tidak terlalu dekat kengan api. Ya acara ini adalah pembakaran perahu viking. Sebuah tradisi yang selalu di lakukan pada saat acara ini di gelar.

Menyaksikan pembakaran kapal Viking

Api terlihat membumbung tinggi, semua penonton terlihat perlahan mengambil jalan mundur demi keselamatan mereka. Perahu viking dengan layar warna hitam itu pun dalam waktu sebentar saja sudah habis tak bersisa di lalap kobaran api yang menggila.

Pesta kembang Api sebagai penutup acara

Begitu kobaran api mulai meredup di angkasa terdengar bunyi ledakan. Semua penonton yang ada di tengah lapangan terdengar bersorak-sorai karena acara puncak sedang di gelar. Sebuah pesta kembang api yang terlihat megah mewarnai langit Karawaci petang itu. Semua larut dalam kegembiraan, tidak terkecuali saya. Sambil menenteng dua botol wine saya pulang dengan senyum puas. Bahagia sekali bisa menyaksikan tradisi-tradisi unik dari negeri yang jauh disana. Semoga suatu saat saya bisa menyaksikannya langsung di tempat asalnya. Amin.



***















Labels: