Hammock an yuk..


Hamock, sebuah kata yang sangat asing di telinga saya ketika belum mengetahuinya, meskipun sudah sering memakai barang tersebut. Dahulu yang saya ketahui barang itu adalah ayunan. Padahal mungkin terlalu universal nama ayunan jika di tilik dari beragamnya jenis ayunan.


Saya mengenalnya setelah bergabung dengan sahabat-sahabat saya sesama penggila jalan-jalan. Hampir di setiap jalan dengan mereka saya selalu melihat hamock adalah salah satu list item yang harus mereka bawa.

Menurut informasi dari wikipedia yang saya baca, Hammock atau jika di bahasa Indonesia kan menjadi berarti buaian itu mempunyai arti jenis tempat tidur berupa kain seperti ayunan yang di gantung pada kedua ujungnya.  Dari informasi tersebut hammock ada beberapa jenis. Ada yang terbuat dari kain katun, kain ikat, nilon parasut dan mungkin masih banyak yang lain. Namun yang menjadi favorit saya dan teman-teman adalah yang jenis terakhir yaitu nilon parasut. Mungkin dengan alasan bahwa jenis ini ringan, mudah dibawa dan ringkas serta mempunya kekuatan yang bagus.

KarimunJawa

Saat ini hammock sudah menjadi salah satu list item yang selalu saya bawa ketika hendak bepergian. Sangat cocok untuk bersantai di segala kondisi, baik itu di pegunungan, pantai ataupun sekedar di teras rumah.

Hammock yang saya punya berjenis nilon parasut. Ringkas sekali dan gampang melipatnya. Tidak lebih dari satu menit saya sudah selesai membereskan hammock dari yang masih bentangan menjadi terlipat dalam sebuah tas kecil. Selain itu hammock jenis ini juga kuat, tidak jarang saya harus sharing tempat untuk teman saya ikut menikmati angin surga dari atas hammock saya yang terbentang. Itu artinya hammock saya di bebani oleh beban berat dua orang, dan sampai sekarang juga masih terlihat kokoh.

Bersantai di antara pepohonan besar di hutan atau pegunungan, maupun sekedar menikmati hembusan angin pantai ditemani buku bacaan dan dentingan musik yang mengalun dari sebuah playlist di atas buaian hammock selalu saya rindukan. Makanya ketika waktu libur datang, saya selalu membawa serta sang hamock kemanapun saya hendak bepergian. Untung-untung ada lokasi yang bagus untuk saya membentangkan hammock kesayangan.


Pantai Harlen Papua

Dulu sebelum punya sendiri saya selalu nebeng ke hammocknya teman, bahkan tidak jarang saya menjajahnya ha ha, namun ketika hendak bepergian sendiri ke Papua saya nitip ke salah satu teman yang sedang di Bali. Tapi dari nitip akhirnya malah berubah jadi hadiah, artinya sang teman tidak mau uang nya saya ganti. "Anggep aja hadiah dariku" begitu kata yang terlontar dari mulutnya. Alhamdulillah sesuatu banget ha ha.

Pertama saya membentangkan hammock pribadi adalah di sebuah pantai indah di kawasan Depapre, pantai Harlen namanya, tidak terlalu jauh dari kota Sentani Papua. Indahnya pantai semakin indah ketika saya menikmatinya dari atas buaian hammock, hingga tidak jarang saya terlelap dalam buaian hammock dan angin laut yang berhembus.

Jadi bagi kalian yang belum memilikinya silahkan segera membeli dan membuktikan sendiri kenikmatan yang sempurna ketika terbuai dalam pelukan sebuah hammock.

Untuk yang berminat silahkan menghubungi salah satu sahabat saya umi akhdadiyah

Gunung Bunder
Tamankota BSD
Pantai Luari Ternate
Bersama Di Cifor
Pulau Tengah Karimunjawa




Labels: