Raksasa Indah di Tanjung Tinggi, Belitung


Bentangan Lukisan Alam yang Indah
Cuaca sangat terik, sementara di sebelah kanan jalan kecil yang saya lalui banyak di tumbuhi oleh ilang-ilang yang sebagiannya sudah mengering, entah karena sudah waktunya mengering atau dipaksa kering oleh teriknya matahari yang menyengat. Sementara itu hamparan pantai dengan pasir putih yang aduhai membentang di sebelah kiri jalan. Pohon-pohon kelapa menjulang tinggi menghiasi hampir di sepanjang hamparan pantai. Semantara di sisi lain bentangan cakrawala juga di hiasi oleh langit biru dengan gumpalan-gumpalan awan putih yang berarak. Sungguh sebuah lukisan alam yang maha dahsyat sekali sedang saya saksikan, yah Tanjung Tinggi, saya sedang menikmati indahnya pantai Tanjung Tinggi yang ada di pesisir Belitung.


Terletak tidak jauh dari pantai Tanjung Kelayang, Pantai ini masih terletak di kecamatan Sijuk, berjarak 31 Km dari Tanjungpandan dan 8 Km dari Sijuk meliputi area seluas kurang lebih 80 Hektar dan bisa di tempuh dari Tanjungpandan dalam waktu 45 menit.
Barisan para Raksasa
Pantai yang sangat indah, memiliki pasir yang putih bersih di hiasi oleh susunan bebatuan granit setinggi 15 M di tepian dan di lepas Pantai. Lebar pantai 5 M pada saat pasang tertinggi dan 8 M pada saat pasang terendah dengan panjang bibir pantai sepanjang 1 km.
Terlihat sepi sekali, mungkin karena saya datang di hari kerja sehingga hanya beberapa pasang mata saja yang menikmati indahnya pantai indah ini. Bebatuan Granit sontak menyihir indera penglihatan saya dan tangan sudah dibuat gatal olehnya, rasanya ingin segera memencet shutter kamera yang sedari tadi sudah menggelayut dengan mesranya di leher saya. Bermain di antara babatuan raksasa bukanlah hal mudah ternyata, sangat menguras tenaga saya ketika harus naik turun bebatuan raksasa tersebut demi mencari sebuah tempat yang strategis untuk menikmati indahnya pantai Tanjung tinggi ini, tak jarang saya malah menceburkan diri di dingin dan beningnya air laut di pantai tersebut karena panas yang menyengat.
Bersujud
Sebuah pohon yang tumbuh sendirian di hampaan pasir pantai kembali menyita perhatian saya, menilik dari posisinya seolah pohon tersebut sedang bersujud kepada Tuhan karena sudah di ijinkan hidup di sebuah pantai yang begitu indah, di eksplore dari berbagai sudut manapun ternyata semuanya begitu indah hingga saya harus menyerah karena sengatan matahari sangat ganas dan perut sudah mulai keroncongan minta di isi, sembari menunggu masakan seafood yang dipesan saya duduk di sebuah bangku yang terletak di pinggir pantai dan di bawah rindangnya pepohonan. Batin saya tidak henti-hentinya bersukur bisa mahakarya keindahan buah tangan dari Tuhan ini.

Kawasan ini sangat cocok buat berjemur, memancing, menyelam, berenang, snorkling, bermain jet ski dan bahkan hanya sekedar bermain pasir sambil menikmati indahnya pantai, di pantai ini banyak juga deretan restoran2 seafood, namun yang fenomenal dengan lezatnya masakannya menurut beberapa sahabat yang sudah mencobanya ya cuma rumah makan Rindu Pantai, rata-rata menu yang mereka sediakan adalah olahan seafood yang memang masih segar karena merupakan hasil tangkapan nelayan setempat. Namun ada jenis masakan yang khas dari sini yaitu Gangan Katarap, rasanya mamamia Lezatos, masakannya hampir seperti gulai tapi ada buah  nenas nya sehingga segar sekali begitu menyentuh lidah indera pengecap saya, pas banget dengan suasana pantai yang terik namun indah.
Gangan Ketarap
Puas menikmati indahnya pantai dengan hamparan bebatuan granit raksasanya kembali saya harus meninggalkan lokasi indah tersebut, sensasi bermain air diantara bebatuan raksasa, menikmati indahnya pantai serta lezatnya Gangan Ketarap pasti akan senantiasa saya rindukan untuk kembali lagi ke pantai ini. Nyiur kelapa di sepanjang pantai Tanjung Tinggi juga seolah sedang berdoa, semoga keindahan pantai ini tetap terjaga dari tangan-tangan jahil dan tamak dari bisnis tidak sehat oleh manusia yang serakah.

Beberapa Keindahan Tanjung Tinggi

Labels: ,