Karimunjawa itu ternyata indah banget ya.


Raungan deru mesin Kmp Muria memecah keheningan di Dermaga yang terletak di kawasan objek wisata pantai Kartini itu seolah menyiratkan kecapekan dan kebosanan yang teramat sangat dari si tua kmp.Muria, setiap hari yang di lihat adalah laut, dermaga Karimunjawa dan dermaga pantai Kartini,  karena di kedua dermaga tempat dia akan berlabuh untuk menurunkan dan menaikkan penumpang kembali.
Dermaga karimunjawa
si tua bersandar
Cuaca pagi itu cukup cerah, begitupula dengan para penumpang yang berada di kapal tersebut, tidak terlalu banyak penumpang, mungkin kurang dari kapasitas maksimal kapal yang hanyak sekitar 200 an penumpang sekali angkut, semua masih terlihat gembira bahkan ada serombongan remaja dengan gaya-gaya kocak dan sedikit noraknya sedang asik berfoto-foto, namun begitu waktu menginjak pada jam-jam ketiga di atas kapal semua sudah mulai terlihat bosan dan jenuh, memang perjalanan menggunakan jasa kapal Kmp Muria ini membutuhkan waktu sekitar 6 Jam perjalanan, tidak tahu apakah karena jarak perjalanan nya yang jauh ataukah memang kapalnya sudah tua sehingga tidak bisa ngebut, sepertinya kalah kencang dengan kapal barang yang pernah bersandar di peabuhan Karimunjawa, seorang penumpangnya menuturkan bahwa dari Semarang menuju ke Karimunjawa membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan, terlepas dari itu semua saya hanya menikmati saja perjalanan yang ketiga kalinya mengunjungi pulau eksotik tersebut.
Betah berlama-lama disini
Setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam si tua Kmp.Muria  melepaskan sauhnya di dermaga pulau karimunjawa yang sejatinya adalah sebuah Taman Nasional  Laut, terlihat masih seperti terakhir kali saya mengunjungi pulau itu, masyarakatnya masih terlihat ramah, pantai dan lautnya masih indah dan terjaga serta warung bu Ester juga masih setia menyediakan makanan bagi para pengunjung di pulau itu,  bahkan setiap malam minggu juga masih menggeliat dengan tontonan layar tancap gratis di alun-alun yang sepertinya film-film yang di putar ber genre horror semuanya.

Sunset di Karimunjawa
Banyak sekali kegiatan laut yang bisa di lakukan di pulau ini, seperti sekedar memancing, berenang, menikmati indahnya pantai, bersnorkling untuk menikmati indahnya bawah laut karimunjawa bahkan jika sudah memiliki ijin menyelam kegiatan itu juga bisa di lakukan di pulau ini, terlihat beberapa operator selam sudah tersedia di beberapa sudut Karimunjawa.
Masalah penginapan maupun makan tidak lah perlu di khawatirkan, banyak sekali bertebaran penginapan-penginapan murah tersedia didaratan kecil ini, mulai dari yang kelas murah meriah seperti yang biasa saya gunakan maupun sekelas resort dan hotel mewah juga tersedia, tinggal melihat ukuran dompet kita, bahkan bagi yang senang bepergian seorang diri (backpacking) tidak perlu khawatir dengan sewa perahu yang biasanya mahal jika harus menyewa sendiri, banyak beberapa operator yang menawarkan paket untuk mengelilingi keindahan pulau-pulau kecil yang tersebar di sekitar Karimunjawa, namun jika kita datang bersama rombongan tentunya akan lebih mudah untuk menyewa perahu sendiri.



Nirvana Resort yang Menawan
Pulau-pulau kecil di sekitar pulau Karimunjawa juga tidaklah kalah jika dibandingkan dengan pulau-pulau kecil yang ada di Lombok maupun Bali, seperti Pulau Kecil, Pulau Tengah, pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Cemara besar, Cemara Kecil, Pulau Geleang dan masih banyak lagi yang lain, belum lagi beberapa gosong pasir yang indah dan hanya muncul jika airlaut surut, menikmati Sunset di pantai Tanjung Pendam juga layak di coba, karena sensasi nya luar biasa sekali ketika melihat sang surya perlahan kembali ke peraduannya di selimuti oleh refleksi langit yang sangat sempurna.

Keindahan Bawah Laut Karimunjawa
Keindahan Bawah laut pulau yang terlihat kecil namun lumayan besar juga jika kita merelakan waktu untuk menjelajahinya adalah surga bagi para pecinta alam bawah laut, karang-karangnya yang beraneka warna sungguh menggoda sekali untuk di jelajahi, belum lagi bermacam ragam biota laut juga hidup dengan damai disini, pengalaman saya selama snorkeling disana banyak sekali anemon-anemon indah yang sedang menimang-nimang ikan Nemo yang terliat riang diantara beberapa anemon yang terlihat cantik namun bisa nya lumayan menyengat dan bahkan jika tidak tahan menyebabkan gatal seperti yang saya alami, karena sedang asik mengambil gambar tingkah polah Nemo tidak sadar sebuah ombak menerjang saya dan saya harus terbanting sehingga menyentuh beberapa pucuk enamon tersebut, lendirnya terasa menyengat dan sehari kemudian taraaaaa gatal seluruh tubuh menjalar ha ha.
Tanjung Pendam yang menawa

Rasanya belum puas menikmati indahnya Karimunjawa si tua Kmp.Muria sudah memanggil-manggil saya untuk segera menghampirinya pagi itu, yah saya harus segera pulang ke tanah Jawa karena akan ada hajat besar di kampung halaman dan sudah  saatnya saya harus mengunjungi kuburan alm Bapak karena besok adalah genap setahun beliau meninggalkan kami, yah mungkin umurnya sudah setua kapal Kmp.Muria ini jika beliau masih hidup, dan kembali ke pelukan si tua ini seolah beliau juga sedang memeluk saya, dan perjalanan selama 6 jam diatas kapal sudah menanti di depan mata, dan tidak tahu kenapa jika sudah di atas kapal yang berlayar dan memandang laut lepas denting-denting dawai sentimental seolah bergema meraung-raung dibentang cakrawala yang terlihat di depan mata hingga saya di kagetkan dengan raungan si tua karena harus kembali merapat dan melempar sauhnya di pelabuhan Jepara.

Labels: ,