Arti sebuah persahabatan

"Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar'na waktu ini yang 'kan kita banggakan di hari tua"

Meloncatlah dengan riang
Sepenggal bait lirik lagu "sebuah kisah klasik untuk masa depan" nya Sheila on 7 itu seolah mengandung arti yang sangat dalam tentang sebuah persahabatan, begitu juga yang sekarang sedang saya rasakan. Mendengar Umi mau pindah kami anak-anak “Nggragas” (penjelasan di paragraph berikutnya) akan membuat trip ke pulau yang nantinya pasti akan bisa di kenang sama dia jika sedang kangen sama kami, namun sebelum ke pulau kami ingin memberikan sedikit kejutan kepadanya tentang umi dimata anak-anak nggragas, pertama melontarkan ide sama Tety dia langsung mengiyakan dan akhirnya dibuatkan semacam mini movie buat umi yang berisikan semua hal tentang dia.


Umi, sang sahabat
“Nggragas” kenapa nama itu yang kami pakai buat nama grup keluyuran kami, karena latar belakang kami yang memang doyan makan, pernah suatu ketika sedang island hoping di pulau-pulau kecil kepulauan seribu yang rencana 3 hari, ternyata baru hari pertama semua logistik sudah habis, padahal belanjaan sudah dibeli untuk bertahan hidup di pulau selama 3 hari, bahkan ada salah satu diantara kami saking Nggragas nya gula pasir bisa dijadikan camilan yang cihuy selama diperahu, sejatinya nama itu tercetus ketika beberapa sahabat kami sedang ingin membuat nama grup pejalan yang beda dari yang lain, maka yang tercetus dengan spontan adalah Nggragas yang dalam bahasa Indonesia berarti Rakus ha ha.

Maen ke pulau kali ini masih dikawasan pulau-pulau kecil tak berpenghuni di kepulauan seribu, namun yang beda adalah selesai trip ini salah satu sahabat akan meninggalkan Jakarta untuk kembali pulang ke kampung halamannya di Jogja, meski akan sering balik ke Jakarta saya rasa, namun Jakarta sudah tidak jadi residence bagi dia lagi,.



tentang sebuah persabatan
Tepat pukul 5:30 menit dini hari saya sudah berada di pelabuhan Muara Angke di daerah Jakarta Utara, seperti biasa bila akhir pekan menjelang, jalanan masuk ke pelabuhan rakyak itu macet parah, karena sedang ada perbaikan jembatan menuju area tempat pelelangan ikan disana, sementara itu pengunjung pelabuhan yang hendak berlibur ke pulau seribu juga membludak, hampir tiap minggunya saya mendengar kabar bahwa tidak semua penumpang terangkut dengan kapal-kapal yang tersedia, bahkan pagi itu sempat terjadi insiden tembakan ke udara oleh salah satu intel polisi setelah terjadi keributan gara-gara ada rombongan yang menaiki kapal yang sudah disewa oleh penyedia paket liburan kepulau seribu, gara-gara hal tersbut kapal kami juga ikut tertunda keberangkatannya, alhasil jam 8:30 baru meninggalkan pelabuhan Muara Angke.

Sampai di pulau Harapan hampir tengah hari, cuaca begitu terik sekali, sementara kapal nelayan yang sudah kami pesan sudah berlabuh menunggu kami, ternyata menu makan siang juga sudah tersedia, walaupun hanya sayuran yang di sop dan orek tempe namun terasa nikmat makan diatas perahu dengan pemandangan laut yang indah serta di balut dengan sendau gurau para sahabat.

Kami belaum menentukan mau ke pulau mana trip ini sebelumnya, biasanya kami akan berkeliling jika menemukan pulau kecil yang indah dan tidak berpenghuni maka akan singgah bahkan bermalam di pulau itu jika memungkinkan untuk mendirikan tenda, setelah singgah disebuah pulau kecil yang indah, perjalanan pun berlanjut hingga kami memutuskan untuk bermalam di pulau Untittle saja, kenapa kami namai untittle karena memang tidak tahu nama pulau kecil tak berpenghuni tersebut, ada beberapa yang menyebutnya dengan Dolphin island, namun ada juga yang menamainya pulau kayu angin melintang, namun bagi kami Nggragas pulau itu tetap bernama Untittle.


Bersahabat juga dengan alam
Malam menjelang, setelah puas menyantap menu seafood lezat yang masih segar baru ditangkap dari laut, kami pun satu persatu mulai tergelatak di hamparan pasir pantai dengan memandang berjuta bintang yang bersinar terang malam itu, seolah tersenyum melihat kebahagiaan kami, dan saya pun mempersiapkan segala sesuatu untuk nonton bareng mini movie persembahan kami buat Umi, semua menyaksikan mini movie tersebut dan seolah larut dengan lagu-lagu yang menjadi backsound video tersebut, terdengar sayup-sayup mereka ikut menyanyikan lagu diantaranya adalah sahabat sejati nya Sheila on 7 dan ditutup dengan You’ve Got a Friend nya James Taylor, terlihat Umi seperti menahan airmata haru mendapatkan itu dari para sahabatnya, malam pun makin larut semua sudah mulai menggapai mimpi-mimpi indahnya masing-masing. Selamat pulang Kampung Umi, We Love You.


Labels: