Around Tangerang

Pinggiran kali Cisadane
Pertama mendengar kata Tangerang saya terbayang dengan kesemrawutan yang luar biasa, polusi udara dimana-mana, bahkan salah satu teman saya menjuluki kota yang sekarang sedang berbenah ini dengan julukan kota seribu pabrik, mungkin bagi sebagian orang agak kurang nyaman untuk tinggal di Tangerang. Tidak bagi saya, sudah 3 tahun lebih saya menghirup udara dari kota ini, kesemprawutan nya juga masih tergolong wajar karena posisi kota ini sebagai daerah penyangga aktifitas roda ekonomi dari ibukota Negara yakni Jakarta.

Namun beberapa hari terakhir terjadi sedikit perubahan yang sangat dramatis menurut saya, langit Tangerang tidak lagi di hiasi oleh asap-asap hitam yang keluar dari cerobong-cerobong asap pabrik maupun dari knalpot kendaraan-kendaraan tua yang sudah tidak layak beroperasi lagi, Awan berarak dengan latar belakang langit biru menyita perhatian saya beberapa hari terakhir ini, seandainya kondisi seperti ini terjadi setiap hari alangkah indahnya hidup di Tangerang.

Berikut sedikit yang terekam oleh lensa dan kamera butut saya.
 
Lumpurnya hampir sedengkul




Labels: ,