Tanjung Ringgit, Sejarah yang terbalut keindahan

Tanjung Ringgit yang aduhai
Kemolekan dari Tanjung Ringgit seakan menyihir saya dari sengatan panas matahari siang itu, kecapekan yang mendera setelah berkendara sejauh 84km yang di tempuh dalam waktu hampir 4jam dengan motor seketika hilang ketika hamparan pemandangan indah ini berada di depan mata. Menikmati keindahan nya seolah membawa kita pada sebuah kedamaian.

Keindahan Tanjung Ringgit ini terletak di tebing-tebing curamnya, sekilas seperti tebing-tebing di daerah Uluwatu Bali, namun menurut saya lebih indah di lokasi ini, buih gelombang seolah tidak pernah berhenti menghampas dinding bawah tebing-tebing curam tersebut, dihiasi oleh hamparan samudrea biru yang sangat luas, sementara di seberang lautan terlihat dengan jelas pulau Sumbawa yang terlihat seperti penuh misteri dalam samar-samar nya, sementara gunung Rinjani juga terlihat menjulang di kejauhan.
Mercusuar Lama
Selain keindahan-keindahaan tersebut Tanjung Ringgit juga mempunyai peninggalan sejarah yang layak dijadikan daya tarik dari lokasi ini, yakni goa Jepang dan beberapa meriam kunonya serta sebuah mercusuar peninggalan penjajah Belanda yang sampai saat ini masih di fungsikan sebagai menara pandu bagi kapal-kapal yang melewati laut di sekitar Tanjung Ringgit ini.

Hamparan padang rumput yang luas juga dimanfaatkan oleh penduduk setempat menjadi padang penggembalaan hewan-hewan ternak mereka, pantas saja ketika saya berkendara menuju lokasi ini banyak sekali ketemu dengan rombongan kerbau beserta para penggembalanya.

Tebing-tebing megah
Sebuah karya ciptaan Tuhan yang demikian indah ini berada di ujung timur selatan pulau Lombok, tepatnya di desa Pemongkang kecamatan Jerowaru, untuk mencapai lokasi ini dari kota Mataram bisa dengan menyewa kendaraan, baik itu motor maupun mobil , hal ini dikarenakan belum ada kendaraan umum yang melayani rute ini. Potensi wisata yang sangat besar ini belum tersentuh tangan pemerintah, tidak ada penginapan maupun fasilitas-fasilitas yang lain di lokasi ini, jalanan menuju lokasi ini juga masih sangat jelek sekali, bahkan di beberapa tempat jika hujan turun tidak akan bisa dilewati roda kendaraan, lokasi Tanjung Ringgit ini masuk dalam lahan wilayah Departemen Kehutanan, jika saja suatu saat Tanjung Ringgit bisa seperti Uluwatu pasti akan banyak wisatawan yang datang, mengunjunginya, akses jalan menuju lokasi ini sudah selayaknya diperbaiki, serta adanya tambahan fasilitas-fasilitas yang mendukung sebagai sebuah lokasi tujuan wisata, namun tetap menjaga kemurnian dari lokasi ini sehingga nilai keindahannya tidak akan berkurang.



Jalanan menuju tanjung ringgit yang rusak

Istirahat sejenak















Labels: ,