Sekongkang, bak perawan yang belum terjamah

Pantai Lawar yang damai
Membayangkan nya sebelumnya saja saya tidak pernah, namun akhirnya saya berdiri juga di pantai dengan air sejernih kristal ini, di pantai Rantung yang terletak di sudut pulau Sumbawa, Pantai Rantung sendiri yang berada di kawasan kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat.

Dalam perjalanan dari Maluk ke Pantai ini terlebih dahul singgah ke sebuah pantai sepi dan tidak terlalu luas, Pantai Lawar namanya, pantai ini diapit oleh bukit di sisi kirinya sedangkan di sisi kanan nya terdapat tebing menjulang. Terlihat beberapa perahu nelayan di teluk kecil ini, dan menurut keterangan teman saya itu adalah perahu para pencari Lobster, terlihat di sisi kanan pantai bekas sebuah bangunan Villa yang sudah di tinggalkan pemiliknya sehingga terbengkalai dan mulai di tumbuhi semak disana-sini. Puas menikmati pantai Lawar ini perjalanan pun di lanjutkan ke pantai Rantung yang masih termasuk dalam wilayah kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Pantai Rantung yang indah
Begitu menginjakkan kaki pertama kali di pasir putih pantai Rantung rasanya kok sayang jika saya menikmatinya dengan alas kaki, akhirnya saya melepaskan alas kaki dan menikmati sentuhan airlaut serta pasir pantainya langsung di telapak kaki saya, hamparan pantai yang indah terbentang panjang yang jika diamati dari atas kelihatan seperti sebuah Teluk. Selain indah pantai ini juga masih alami dan eksotis, bahkan siang itu hanya kami bertiga yang menikmati pantai indah itu.

Teriknya matahari yang menyengat seolah tidak saya rasakan ketika di kejauhan saya melihat ada dua pulau karang kecil di pinggir pantai dan setelah saya dekati ternyata adalah sebuah muara sungai, namun sayangnya sedang surut di muara tersebut, namun rasa ingin tahu saya memberikan dorongan untuk melihat ada apa di pulau karang kecil tersebut begitu besar, akhirnya saya pun menyeberang ke pulau karang kecil itu, berdiri di atas karang nya sejauh mata memandang hanyalah keindahan yang kulihat, pantai yang sepi dan indah serta bukit-bukit di pinggir pantai semakin menambah eksotis pantai ini, namun ketika hendak kembali ke pantai dari pulau karang kecil tersebut ternyata air sudah pasang dan sebagian celana pendek yang saya kenakan pun basah kuyup oleh air laut.
bongkahan batu berpadu dengan pantai yang menakjubkan
Pantai ini benar-benar masih sepi, bak perawan pantai ini masih murni dan belum terjamah, masih jarang turis local mengetahui keberadaan pantai ini, beberapa turis mancanegara mengetahui keberadaan pantai ini, itu pun dari mulut ke mulut, mungkin karena sarana dan prasarana banyak yang belum tersedia serta kurangnya promosi tentang pantai ini sehingga para wisataman lebih mengenal pantai Kuta di Bali dari pada pantai-pantai indah di kawasan Sumbawa barat ini, yang menurut saya jauh lebih indah dari pantai Kuta di Bali. Pantai ini juga terkenal dikalangan para peselancar, ternyata lebih banyak wisatawan mancanegara yang mengenal pantai ini dibandingkan dengan wisatawan local, namun siang itu pantai ini tampak sepi bahkan tak satupun kelihatan para peselancar, mungkim ombak sedang tidak bagus untuk melakukan olah raga selancar disini.

Sedang asik menikmati keindahan pantai ini salah satu teman saya memanggil saya untuk segera kembali ke Mobil dan melanjutkan perjalanan ke pantai-pantai indah selanjutnya, belum puas rasanya menikmati keperawanan dari pantai indah ini, suatu saat saya pasti kembali lagi ke pantai indah ini, sambil berjalan diatas pasir menuju mobil saya pun bersenandung lagu “pergi untuk kembali” nya Ello, dari dalam mobil memandang bukit-bukit di pinggir pantai itu seolah berdiri menjulang untuk melindungi keperawanan pantai ini.

Air terjun Aek Kalela yang sedang mengering
Perjalanan pun dilanjutkan ke Pelabuhan Poto tano namun singgah lagi ke pantai Maluk untuk menyantap makan siang, puas menikmati makan siang di pantai yang indah perjalanan pun di lanjutkan kembali ke pelabuhan Poto tano namun sebelum nya kami akan mengunjungi sebuah air terjun Aik Kalela di desa Beru kecamatan Jereweh, untuk mencapainya di butuhkan sikit trekking, namun sayangnya menurut teman saya minikmati air terjun ini akan lebih indah ketika debit airnya sedang banyak, sedangkan saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau sehingga debit air terjun tersebut hanya sedikit, supaya tidak kemalaman kami pun bergegas meninggalkan air terjun tersebut untuk kembali melanjutkan perjalanan ke Poto tano, sempat ketemu dengan Team Paradiso nya TransTV di kawasan ini.

HowToGetThere :

Airport Mataram – Pool Damri yang melayani rute Mataram Maluk.
Pool Damri – Maluk, melewati penyeberangan fery Pelabuhan kayangan – ke pelabuhan Pototano di SUmbawa, baru dilanjut lagi perjalanan ke Maluk, dari Maluk bisa menyewa kendaraan untuk mencapai pantai di kawasan kecamatan sekongkang ini.
Atau jika tidak mau repot dan salam rombongan 5-7 orang bisa menyewa kendaraan dari mataram dengan harga yang terjangkau.

Alternatif Lain transportasi :

Airport Mataram – Pelabuhan Kayangan by Travel atau mobil sewaan (rate 200rb-250rb)
Pelabuhan kayangan (ambil yang dermaga kapal khusus karyawan Newmont Sumbawa) – Benete/Maluk, dengan kapal karyawan Newmont dibutuhkan waktu sekitar 1.5 sampai 2 jam dengan harga tiket 85 ribu dan disaat membeli tiket wajib menunjuk kan identitas.
Dari dermaga ke Pantai sekongkang setahu saya tidak ada angkutan umum, jadi dari sini bisa menyewa mobil dan minta dijemput aja di pelabuhan umum di teluk Benete.

Tempat Menginap :

Daerah Maluk, Hotel Bakudapa Jl. Pasir Putih Maluk Telp. (0372) 63544 rate 275ribu.

Daerah Sekongkang, Hotel Tropical Beach, Jl. Pantai Pasir Buin Batu Sekongkang
Kapasitas : 3 Villa, 6 Kamar (Deluxe) dan 14 Kamar (Standar)
Tarif : Rp. 600.000 – Rp. 1.200.000
http://www.tropicalbeachresort.com/ 

Labels: