Sensasi Camping di pulau Pombo

Lokasi kami mendirikan tenda
Rencana mengunjungi pulau Pombo ini sebenrnya tidak ada dalam benak saya ketika mengunjungi pulau rempah-rempah ambon ini, rencana dadakan ini muncul ketika sahabat baru saya yang menemani saya berkeliling selama diambon melontarkan sebuah pilihan ke saya waktu itu, “gimana jika kita camping aja di pulau Pombo bang?” begitulah kira-kira pertanyaan yang terlontar dari mulut sahabat saya itu, dan saya selalu suka dengan segala sesuatu yang tidak terencana terlabih dahulu seperti itu, karena beberapa pengalaman terlalu mateng rencana di buat ternyata malah kegagaln yang di dapat.


Dan rencana yang dadakan itu akhirnya terjadi juga berkat bantuan dari sahabat-sahabat baru saya di Dharmapala sebuah organisasi mahasiswa pecinta alam dari Universitas Darusalam, mereka meminjamkan kepada saya peralatan camping lengkap, mulai tenda peralatan masak dan lain-lain, dan mungkin memang hari itu saya sedang beruntung ada 2 orang yang mau menemani saya ngecamp di pulau Pombo tersebut..hanya punya waktu sedikit untuk persiapan camping malam itu, tepat pukul 20:00 saya sampai di pelabuhan rakyat Waai tempat Boat yang akan kami sewa berlabuh, setelah nego harga sewa perahu selesai berangkatlah Boat menuju pulau Pombo, perjalanan dengan perahu kecil ini di malam hari mengarungi perairan Maluku tanpa penerangan apapun serta tanpa alat bantu navigasi apapun di boat ini, sungguh perjalanan yang menantang saat itu.

Perjalan ke pulau hanya di tempuh dengan waktu sekitar 25 menit, tapi jika siang hari mungkin hanya butuh waktu tempuh cuma 15 menit, sempat terjadi kapal kandas di dekat pulau, karena pulau ini di kelilingi oleh atol yang sangat indah. Setelah sampai di pulau masing-masing dari kami bertiga sibuk dengan kegiatan masing-masing, Azhan denga tendanya, Emen dengan api unggunnya, sedangkan saya sibuk dengan kamera butut saya. Emen dan Azhan adalah dua sahabat baru saya dari Dharmapala. Setelah semua selesai kopi hangat sudah bisa kami nikmati dengan beralaskan pasir pantai yang putih dan beratapkan langit malam yang penuh bintang, sungguh pengalaman yang luar biasa.

Pulau nya sepi dan indah
Pulau Pombo sendiri adalah kawasan konservasi, kata Pombo adalah jenis burung yang sering singgah ke pulau ini. Untuk memasuki pulau ini kita harus mengantongi simaksi (surat ijin memasuki kawasan konservasi) yang bisa di urus di kantor kehutanan di daerah kebun Cengkeh (sahabat saya Julay orang kehutanan bisa membantu untuk perijinan ini, hanya butuh data dan membayar biaya adminstrasi tidak lebih dari 5000 rupiah klo gak salah ingat). Keadaan alam pulau Pombo dan perairan di sekitarnya mempunya kekhasan tersendiri, pulau yang luasnya tidak lebih dari 1.000ha, ini menurut SK. Menteri Pertanian Nomor : 327/Kpts/Um/7/1973 tanggal 25 Juli 197 yang menetapkan pulau Pombo sebagai kawasan suaka alam dengan status cagar alam termasuk daratan, terumbu karang (coral reef) dan lagun.

Emen, sahabat baru saya sedang menikmati indahnya pulau
Pulau Pombo sendiri merupakan salah satu kawasan konservasi sumber daya laut yang penting bagi propinsi Maluku, dan perlu dikembangkan menjadi asset nasional. Secara geografis pulau yang indah ini terletak diantara pulau Ambon, pulau Haruku dan pulau Seram, namun secara administrasi masuk kedalam wilayah kecamatan Salahutu, kabupaten Maluku tengah. Topografi lapangan kawasan konservasi ini pada umumnya datar dengan ketinggian rata-rata 0-4 diatas permukaan laut, sedangkan keadaan pantainya sendiri merupakan sebuah Atol atau circular reef yang melingkari sebuah laguna dan tidak mengurung pulau.

berenang di laguna pulau Pombo yang indah
Pagi yang indah pun menjelang di mana matahari bersinar dengan cerahnya, dan rasanya hasrat untuk berenang di laguna pulau ini sudah tak tertahankan sementara 2 orang teman saya masih sibuk dengan kegiatan paginya, membuat makan pagi dan kopi panas yang akan terasa nikmat sekali rasanya jika dinikmati di pulau yang indah ini. Banyak sekali terumbu karang yang bagus di pulau ini dengan ikan warna-warni yang lucu, sedangkan di bagian timur pulau banyak terdapat karang payung yang sangat indah. Puas berenang teman saya memanggil untuk mengajak saya berjalan keliling pulau, ternyata pulau ini benar-benar indah. Terima kasih Sobat sudah membawaku kesini, sungguh pengalaman luar biasa yang tidak akan mungkin saya lupakan. Siang sekitar jam 12 boat yang menjemput kamipun datang dang rasanya belum puas menikmati keindahan pulau ini. Dalam hati saya berkata..Pergi untuk kembali lagi kesini.

Serasa bukan di Indonesia

Akhirnya berakhir lah sudah ekspedisi ke pulau yang kaya dengan rempah-rempah ini..ambon manise.. tak terlupakan mengucap Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada teman-teman yang sudah membantu terjadinya perjalanan yang luar biasa ini.

Mas Inoe, makasih dah di semangatin.
Ibu Ariesca, makasih dah dikenalin ama om Julay.
OM Julay, sahabat baru diAmbon atas supportnya.
Emen n Azhan, yang udah rela nganter-nganter saya killing ambon
Geng Nggragas atas semuanya dan semua rekan-rekan yang udah membantu terselenggaranya Petualangan ini.


CARA MENCAPAI KAWASAN
Untuk mencapai kawasan Taman Laut Pulau Pombo, dapat ditempuh dengan cara :
Dari Ambon ke Tulehu atau ke Waai atau ke Liang melalui jalan darat dengan waktu ± setengah sampai satu jam.
Kemudian dilanjutkan melalui laut dari Tulehu ke Pulau Pombo atau dari Waai ke Pulau Pombo atau dari Waai ke Pulau Pombo atau dari Liang ke Pulau Pombo (15 menit) dengan menggunakan speed-boat pada musim barat. Sedangkan pada musim timur biasanya cuacanya buruk, sehingga diperlukan waktu yang lebih lama yaitu antara 20-30 menit. 

Labels: