Menyusuri Keindahan Lampung, Mutun dan Pulau Tangkil

Pantai Mutun yang indah
“Uni harusnya jam 15:50 aku dah boarding, nah ini dah jam 16:00 pesawat dari Jakarta yang akan membawaku pulang ke Jakarta aja belum landing, mo lanjut keLampung jam berapa neh?”

Begitulah sms yang terkirim ke Uni saya disaat kebimbangan mulai muncul tentang jadwal penerbangan murah yang akan membawa saya kembali ke Jakarta, menurut jadwal harunya pukul 17:30 saya sudah mendarat di Jakarta, untuk selanjutnya meneruskan rencana yang sudah kami susun beberapa hari belakangan ini, yakni hunting foto bersama sahabat-sahabat baru Pecinta Fotografi Lampung.

Walaupun sempat untuk kembali ke kos dulu untuk sedikit packing ulang, tapi ya lumayan terburu-buru, maklum saya tinggal di pinggiran tangerang, tepatnya di Karawaci, sedangkan kami bertiga sudah membuat kesepakatan kita akan berangkat ke Lampung dengan menggunakan bis Damri dari stasiun Gambir. Tepat pukul 22:00 bis yang kami tumpangi pun mulau beranjak meninggalkan Pool nya di stasiun Gambir menuju Lampung.

Tepat pukul 6:30 bis yang kami tumpangi pun sampai di stasiun Tanjung Karang lampung tempat dimana kami bertiga akan bertemu dengan teman-teman dari BE PFL (Pecinta Fotografi Lampung), sarapan di samping Gor adalah tujuan pertama kami, memang perut sudah keroncongan dan sedikit masuk angin setelah menempuh hampir 9 jam perjalanan darat.
Perahu yang di sewakan masyarakat setempat untuk menyeberang ke Tangkil

Setelah semua berkumpul spot pertama kami adalah Pantai Mutun, ini merupakan rencana alternatif karena rencana pertama kami ke Pulau Pahawang Gagal karena ada latihan tempur bersama di lokasi tersebut, dari pada terkena serangan peluru nyasar maka kami sepakat untuk hari pertama ini Hunting keliling Pantai Mutun dan Menyeberang ke PUlau Tangkil, sebuah pulau kecil yang hanya berjarak tidak terlalu jauh dengan daratan pulau Sumatra.
Menara pengawas di pantai Mutun
Setelah puas eksplore pantai Mutun yang indah, menyeberang ke pulau Tangkil adalah agenda selanjutnya, sebuah pulau kecil yang berada di Teluk lampung, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit untuk menyeberang dari Pantai Mutun. Mengelilingi pulau Tangkil memberikan sensasi petualangan tersendiri, sebuah cekungan batu mirip Gua rasanya akan nyaman untuk berlama-lama disana sambil memandang laut teluk Lampung yang indah, salah satu Teman saya jadi olok-olokan semua peserta karena udah agak kesusahan untuk petualangan kali ini, Namun semua Bahagia dengan kebersamaan ini, Walaupun baru sekali ketemu saat itu Namun Kekeluargaan yang mereka ciptakan membuat saya nyaman berlama-lama bersama mereka, Terimakasih Kawan.

salah satu sisi pulau Tangkil
Cuaca yang tidak menentu memang membayangi perjalanan kali ini, setelah selesai berpetualang, didalam perjalanan menuju kota Bandar Lampung hujan pun mengguyur dengan lebatnya, arah mobil pun berbelok ke Pindang Meranjat Mak WAR, dan menikmati makan siang Pindang pantin di temani sambal mangga dan tempoyak duren memberikan sensasi kuliner tersendiri.

Labels: