Lancang nya aku di pulau lancang

Menyusuri Pulau Lancang Kecil
Mendengar kabar ada yang mau mantai jadi panas neh kuping alhasil bisa juga ikutan trip ini bersama om Teguh, Malih dan yang paling cantik diantara kami Ella..berempat kami berangkat dengan berbagai cara menuju meeting point di pelabuhan nelayan Tanjung Kait, setelah terlebih dahulu nungguin si Malih yang agak ngaret *kebiasaan dia klo janjian, sorry bos, sudah dua kali soalnya* singkat cerita kami berdua sampai dikampung melayu tangerang, sampe jeleng neh mata mandangin angkot lewat tapi yang tujuan Tanjung Kait gak ada lewat...nyoba tanya ojek ke arah Tanjung kait dikenai harga 20rb permotor...mahalllll, akhirnya berkat nego hebat cenderung raja Tega dari sahabat saya Malih kami bisa satu motor bertiga bersama pak ojek dengan harga sama 20rb. capek juga..ternyata lumayan jauh yang harus kami tempuh, dalam hati saya berkata mungkin wajar jika dia meminta bayaran sebesar dua puluh ribu rupiah, jika skala metric saya tidak meleset mungkin sekitar 20km jarak yang harus kami tempuh dengan Threesome di sebuah motor bebek butut tersebut.
Sesampai di Tanjung Kait, ternyata sudah ada sesosok wanita kecil mungil sedang meminum teh botol di warung kecil, dikarenakan kami berdua belum ad ayang mengenal Ella, jadi dia mungkin sudah mengira bahwa kamilah para arjuna kesiangan yang di tunggunya, maka diapun menghampiri kami yang sedang ribut dengan minuman apa yang akan kami minum, dia memperkenalkan diri bahwa dialah salah satu partner in crime dalam perjalanan kali ini, tak berapa lama om Teguh pun datang...nego harga kapal agak sedikit alot..si bapak pemilik kapal meminta nominal rupiah senilai 500rb, namun kembali kemampuan kami di bidang tawar menawar harus di pertaruhan, dan ternyata dewi keberuntungan sedang berpihak kepada kami, harga teman pun kami dapatkan, berangkat!

Narcis Bukan dosa ha ha

Perjalanan dari Tanjung kait ke pulau Lancang ini membutuhkan waktu tempuh sekitar 45 menit sampai 1 jam..pulaunya sendiri terdiri dari dua pulau, lancang kecil dan lancang besar, pulau Lancang besar di huni oleh penduduk, sedangkan pulau Lancang kecil tidak berpenduduk...hanya sebagai lahan pekuburan dari masyarakat yang mendiami pulau Lancang besar.

Menurut tetua di pulau Lancang, nama pulau itu sendiri berasal dari sebuah kisah masa lalu, tersebutlah jaman dahulu kala hiduplah sepasang kakek nenek, yang hidupnya dengan mencari kayu bakar dan dijualnya ke daratan Tangerang, sewaktu di perahu di tengah laut karena hendak menjual kayu bakar mereka ke tengah laut...tiba-tiba banyak sekali ikan yang naik ke atas perahu..sehingga menyebabkan Perahu tersebut hampir tenggelam, si kakek mengambil inisiatif untuk membuang sebagian kayu bakar ke laut..tetapi ikan tidak berhenti berlompatan ke dalam perahunya...hinga akhirnya kayu bakar kakek itu habis dari atas perahu..dan saat itu pula ikan-ikan tersebut berhenti berlompatan keatas perahu hingga sepasang kakek nenek itu selamatlah.
setelah di telusuri ternyata kayu yang di bawa si kakek tersebut adalah kayu Klancang dan kayu tersebut lah yang membuat ikan banyak berlompatan mendekatinya...dari itulah nama pulau tersebut dinamai pulau Klancang...nah sesuai perkembangan jaman demi mudahnya penyebutan akhirnya nama klancang berubah jadi LANCANG, namun setelah nanya lagi penasaran dengan kayu klancang tersebut sudah punah dari pulau tersebut.

Sunset yang terekam dalam perjalanan pulang

Menikmati sunset di atas perahu dalam perjalanan pulang ke Tangerang. sungguh indah sekali...si bapak kapal cerita ada pulau lebih bagus dari tidung dan tidak berpenghuni...next trip ahhhh

Labels: